Mengundur Mundur

Mengundur Mundur

HUJAN pagi membuat kasur semakin erat mendekap tubuh. Pun selimut semakin hangat dan nyaman membalut tubuh. Semua itu membuat mata semakin enggan membuka. Bobotnya semakin berat untuk sekadar bangun melihat jam. Oh, tidur memang nikmat. Senikmat langkah berat Arsenal yang bakal bertemu Barcelona di babak 16 besar Liga Champions musim ini.

Tapi tidak demikian dengan Blok. Pemuda nggak jelas itu tak seperti yang diharapkan hujan pagi agar manusia sejenak manja. Blok justru sedang semangat ’45 beraktivitas. Usai Subuh, manusia serabutan ini langsung ngacir ke warung Mbok Nom. Derap langkah menyerupai tentara mau perang menandakan betapa antusiasnya dia pagi itu.

Sepagi itu tentu saja warung Mbok Nom masih sepi mamring. Belum ada makanan tersaji sedikit pun di etalase warung sederhana tersebut. Mbok Nom nampak sangat sibuk di dapur menyiapkan segala makanan untuk dijual. Perempuan berusia lanjut itu mengerjakan semuanya secara mandiri. Dia nggak mau dibantu asisten juru masak di dapurnya.

‘’Pagi, Mbook,’’ sapa Blok dengan nada seperti iklan kopi yang dibintangi Olla Ramlan dulu.

‘’Eeeh, ada Nak Blok. Piye kabare? Enak janganku to?’’ jawab perempuan tua itu.

‘’Heuheuheu, Mbok ini bisa saja. Aku mau ngopi, Mbok. Tapi kalau Mbok lagi sibuk begitu aku mau bikin sendiri saja ya, Mbok …’’

‘’Suit yourself, Dear Blok …’’ ujar Mbok Nom yang entah sejak kapan dan dari mana dia belajar Bahasa Inggris.

Dengan gerakan cekatan seolah-olah paham letak kopi, cangkir, sendok, dan air panas, Blok meracik sendiri kopinya. Hmmm, hujan pagi yang masih membasahi kota ini terasa semakin romantis begitu ada kopi hangat. Dari dapur, Blok pindah ke depan. Dia mau menikmati jalanan kota yang masih sepi. Jalanan yang belum dipenuhi kendaraan bermotor dengan segala jenis bunyi klaksonnya.

Tak terasa kopi tersisa setengah cangkir. Entah sudah berapa lama Blok duduk sendirian di sana. Hanya ada kopi yang hitam nan pahit. Tanpa gorengan atau cemilan sejenisnya. Tak sampai mata berkedip, tiba-tiba Gob datang.

‘’Waaaah, pas bener kamu datang ke sini, Gob. Aku lagi ngopi sendirian. Kamu ke sini pasti mau menemani aku ngopi, kan?’’ sapa Blok girang melihat kedatangan sahabatnya itu.

‘’Nanti saja ya, Blok. Aku lagi sibuk kerja ini,’’ jawab Gob yang langsung berjalan cepat menuju dapur warung.

Tentu saja Blok kaget bukan kepalang. Bukan kaget karena sahabatnya datang ke warung. Melainkan dia kaget bin penasaran, Gob lagi kerja apa? Jangan-jangan dia jadi salah satu pucuk pemimpin KPK yang baru. Apa mungkin? Ah, terlalu banyak pertanyaan di benak Blok. Dia lalu meninggalkan kopinya di meja dan menyusul Gob ke dapur.

‘’Sebentar, sebentar, sebentar… Kamu ini sebetulnya kerja opo, Gob?’’

‘’Waduh, nggak ada waktu buat menjelaskannya, Blok. Nanti saja aku cerita. Ini lagi buru-buru banget. Oke?’’ pinta Gob yang sudah menenteng sekantong plastik besar.

‘’Woooo, tidak bisa, Brooo Gob. Aku berhak tahu! Kamu jangan sok tertutup begitu sama aku. Rakyat berhak tahu, Gob!’’ ucap Blok sambil menahan langkah Gob.

‘’Okelah kalau begitu …’’ sahut Gob yang kelihatan nggak mau masalah ini semakin runyam. ‘’Aku lagi nganter order makanan ke pelanggannya Mbok Nom …’’ jelasnya.

‘’Lho, kok bisa? Biasanya ojek online itu, kan?’’ protes Blok.

‘’Kamu nggak dengar kabarnya? Mulai hari ini mereka dilarang ngojek.’’

Melihat peluang itu, Gob langsung mengajukan diri menggantikan peran ojek online itu mengantar makanan. Gob tahu, setiap hari tak terhitung jumlahnya pelanggan yang order makanan di warung Mbok Nom. Biasanya memang ojek online itulah yang mengantar segala keperluan pemesanan makanan.

Tanpa pikir panjang, Mbok Nom langsung meng-ACC lamaran Gob untuk menjadi pengganti ojek online itu. Yaa, penggantian Gob itu bersifat sementara sampai ada aturan jelas mengenai bisnis ojek online tersebut. Pagi itu, Gob mengantarkan makanan ke masing-masing pelanggan Mbok Nom.

‘’Waaah, aku nggak tahu ada kabar itu… Aku terlalu sibuk mengamati berita Mulan Jameela yang lagi ramai itu lho,’’ ungkap Blok.

‘’Hmmm, terus kamu juga tahu Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI?’’ tanya Gob.

‘’Wooo, kalau itu aku ya pasti tahu. Tapi aku masih penasaran, beliau mundur itu melihat spion nggak ya? Soalnya kalau mobil mau atret itu pasti melihat spion. Takut ada apa-apa di belakangnya, biar nggak nabrak sesuatu…’’

‘’Mau melihat spion atau tidak, mau nabrak atau tidak, kalau kata Donald Trump, Setya Novanto itu orang berpengaruh di negeri ini. Jadi apa yang perlu dikhawatirkan?’’

‘’Iya juga ya. Okelah kalau begitu. Yo wis, aku ikut kamu nganter makanan ya. Biar aku ada aktivitas dan kerjaan, Gob. Mosok kerjaanku ngopi melulu saban hari.’’

‘’Aduh, nggak bisa, Blok. Motorku sudah penuh sama pesanan makanan. Piye?’’

‘’Ya sudah, aku lanjut ngopi lagi saja kalau begitu,’’ ucap Blok dengan nada kecewa.

Gob melanjutkan pekerjaannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) pengantar pesanan makanan ke pelanggannya Mbok Nom. Sementara Blok sendirian lagi ngopi di warung. Beruntung ada televisi, sehingga Blok nggak sendirian banget di sana.

Tanpa sengaja, Blok melihat berita di televisi kalau Jose Mourinho dipecat dari kursi pelatih Chelsea. Pria berkebangsaan Portugal itu dipecat karena performa klub asal Kota London ini kurang cemerlang dibandingkan musim lalu.

Blok yang sedikit-sedikit paham dan paham-paham sedikit tentang sepakbola berniat melamar jabatan yang lagi kosong itu. Dengan kepercayaan diri penuh, dia memantapkan niatnya menggantikan Mourinho yang selama ini justru dikenal sebagai pelatih kesayangan sang pemilik klub, Roman Abramovich.

Blok berpikir, selama ini taktik Mourinho terkenal dengan istilah parkir bus. ‘’Aaah, masalah parkir itu perkara mudah. Yang jadi masalah sekarang aku nggak bisa Bahasa Inggris. Tapi tenang saja, bahasa sepak bola kan universal. Tinggal pakai isyarat tangan pasti semua pemain sudah paham maksud taktikku,’’ kata Blok tersenyum dalam hati.

Lalu Blok membayangkan dia benar-benar menjadi arsitek klub berjuluk The Blues tersebut. Wow, dia bekerja di Inggris. Negeri yang kurs mata uangnya bahkan lebih kuat dibanding Dollar Amerika. Hmmm, sebagai pemuda yang belum pernah sekali pun mencicipi kemewahan uang, apa yang dibayangkan Blok itu sungguh memabukkan.

Sejurus kemudian, Gob kembali.

‘’Hey, Gob. How are you?’’ sapa Blok sambil belajar berbahasa Inggris. ‘’Aku mau jadi pelatih Chelsea. Piye? Eh, how?’’

Namun Gob tak menanggapi sapaan sahabatnya itu. Dia langsung masuk begitu saja ke dapur.

‘’Kalau Jose Mourinho itu julukannya kan The Special One, Jurgen Klopp mendapuk dirinya sebagai The Normal One. Kalau aku apa ya enaknya, Gob?’’ ujar Blok sedikit berteriak agar sahabatnya yang lagi di dapur itu mendengar ucapannya.

‘’The No One saja …’’ jawab Gob pendek sambi melangkah cepat mau mengantar pesanan.

‘’The No One? Waaah, terdengar keren juga ya. Blok The No One… Heuheuheuheu,’’ ucapnya sambil membayangkan pendukung Chelsea mengagung-agungkan namanya saat klub asuhannya itu bertanding.

Bayangan Blok semakin liar. Pemuda dengan segudang cita-cita itu semakin larut dalam bayangannya sendiri. Dia bayangkan dirinya merengkuh pelbagai gelar bergengsi bersama Chelsea. ‘’Oh, mimpi yang indah,’’ katanya.

Namun mimpi itu seketika buyar saat Blok mendengar suara seseorang seperti sedang membaca surat. Saat matanya terjaga, ternyata yang sedang memberi pengumuman itu Gob. Hari sudah siang, sudah ada beberapa pengunjung di warung. Semua orang, termasuk Mbok Nom, memperhatikan dengan saksama apa yang dikatakan Gob.

Selidik punya selidik, pembacaan surat Gob itu berhubungan dengan dicabutnya larangan ojek online. Sehingga bisnis yang tergolong baru itu bisa dengan nyaman beroperasi kembali. ‘’Belum genap satu hari sudah ganti aturan lagi. Piye sih …’’ kata Blok.

‘’Ehm… ehm… Sehubungan dengan adanya perkembangan kabar pelarangan ojek online yang sedang berlangsung di negeri yang terhormat ini, maka untuk menjaga harkat dan martabat, serta kehormatan siapa pun itu serta menciptakan ketenangan masyarakat, dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Pelaksanan Tugas (Plt.) pengantar order makanan di warung Mbok Nom. Demikian pernyataan pengunduran diri ini saya buat dengan tulus. Semoga bermanfaat bagi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Hormat saya. Gob.’’ (dsk/)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s