Kereta Api: Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi

Pada waktu itu, kampung halaman saya berada di Madiun. Atas takdir Tuhan, saya diterima di UPI Bandung. Sejak saat itu kuliah di Bandung, ketika saya ingin pulang ke Madiun, saya selalu menaiki kereta api untuk mengantar saya kembali ke peraduan.

Jika dibandingkan dengan angkutan umum yang lain, kereta api merupakan favorit saya. Mau naik pesawat tak punya cukup uang. Lagipula belum ada bandara di Madiun. Bandara terdekat ada di Solo atau Surabaya. Kalau pun jadi naik pesawat, nanti akan sangat kerepotan lagi untuk mencari angkutan yang mengangkut saya ke Madiun. Jadi naik pesawat kurang praktis dan efektif menurut saya.

Sementara kalau naik bus, jarak tempuh waktu yang diperlukan lebih lama beberapa jam dibandingkan dengan kereta api. Dengan menaiki bus, waktu yang diperlukan untuk perjalanan Bandung-Madiun sekitar 15 jam. Dapat dibayangkan betapa melelahkannya 15 jam di perjalanan. Sementara untuk kereta api, waktu tempuhnya adalah sekitar 11 jam. Lebih cepat beberapa jam daripada bus. Walau terkadang KA juga suka terlambat beberapa jam dari jadwal. Seperti selarik lirik “Kereta Tiba Pukul Berapa” yang disenandungkan Iwan Fals: kereta terlambat 2 jam cerita lama. Meski sering terlambat saya akan tetap memiih kereta api untuk perjalanan jarak jauh.

Meskipun bus kelas eksekutif vs KA kelas bisnis harga tiketnya lebih murah bus kelas eksekutif, saya tetap memilih kereta. Entah kenapa, walau harga tiketnya lebih mahal, saya merasa lebih nyaman dan aman ketika naik kereta. Apalagi jalur kereta sangat jarang mendapati kendala ketika sedang dalam perjalanan. Sedangkan jalur bus kadang-kadang terhambat karena jalanan macet. Apalagi di musim mudik lebaran. Di samping itu tingkat kecelakaan bus cukup sering terjadi bila dibandingkan dengan kereta. Saya rasa kereta api adalah pilihan yang paling tepat.

Untuk kelas keretanya, saya memfavoritkan kelas bisnis Mutiara Selatan. Kenapa saya memilih KA Mutiara Selatan yang notabene kelas bisnis? Kenapa tidak memakai kelas eksekutif atau ekonomi? Saya pernah melakukan perjalanan jauh Bandung-Madiun menaiki tiga kelas KA (eksekutif, bisnis, dan ekonomi). Dari ketiga kelas tersebut, yang paling nyaman bagi saya saat ini ya kelas bisnis.

Ada apa dengan kelas eksekutif? Ketika itu saya sempat beberapa kali naik kereta eksekutif Turangga Bandung-Madiun. Jika mengukur kenyamanan, sebenarnya kereta ini adalah yang paling nyaman di antara kelas yang lainnya. Beberapa kenyamanan yang didapat adalah kursi yang empuk, AC, dan lain sebagainya. AC di kelas eksekutif sangat dingin. Saya tidak tahu apakah tingkat suhu AC dapat ditinggikan secara manual atau bagaimana saya tidak tahu. Dengan suhu yang sangat dingin itu saya kurang nyaman. Dengan harga tiket yang cukup mahal dan AC yang begitu dingin, pengukur kenyamanan diri saya berkurang. Saya kembali menggunakan KA bisnis untuk mengantar saya.

Sementara untuk kelas ekonomi, saya juga pernah menaiki KA ekonomi Kahuripan dan Pasundan untuk tujuan Bandung-Madiun. Pada saat itu KA ini belum dipasangi AC seperti sekarang ini. Dan pada saat itu KA kelas ini membolehkan penumpangnya untuk berdiri sepanjang perjalanan karena kursi telah habis. Hasilnya adalah para penumpang saling berdesak-desakan selama perjalanan. Untuk saya yang menginginkan ketenangan selama perjalanan jauh, KA ekonomi bukan pilihan tepat bagi saya. Di samping itu susunan kursi KA ekonomi adalah saling berhadapan antar penumpang. Dengan susunan yang seperti ini saya tidak merasa nyaman karena lutut saya akan bersentuhan langsung dengan lutut penumpang lain yang ada di depan saya. Kaki saya tidak bisa diselonjorkan karena akan bertabrakan dengan kaki penumpang di depan. Untuk perjalanan jauh, dapat menyelonjorkan kaki adalah salah satu hal yang mesti saya dapatkan. Dan hal ini tidak saya dapatkan di KA kelas ekonomi kecuali jika KA ini sepi penumpang. Tapi kalau kepepet karena dana yang saya miliki kurang mencukupi saya terpaksa akan memakai jasa KA ekonomi ini dengan segala risiko yang akan saya alami.

Penilaian saya terhadap kelas-kelas KA ini subyektif. Saya menilai berdasarkan yang saya alami dan rasakan. Kenyamanan setiap orang berbeda-beda. Bagi saya, kenyamanan yang paling pas adalah dengan menumpangi KA bisnis. Harga tiket tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s