Sumpah Sampah

Sumpah Sampah

Habis manis sepah dibuang
Terbuang di sisi jalan
Berserakan
Tertiup angin sebagian
Ke saluran-saluran selokan
Sepintas terlihat oleh mereka
Tapi lupa jua seketika

Pedulinya mereka ketika kami masih manis
Manis hilang, kami dianggapnya najis
Melihat kami pun tutup hidung dan lari terbirit-birit
Hirau lagi akan eksistensi kami

Mesti ke siapa kami mengadu?
Kemuakan kami sudah menggunung
Bahkan awan pun iba menjadi mendung
Tumpahlah tangisnya atas izin Yang Maha Agung

Kami gembira hujan turun dengan derasnya
Air hujan kebingungan mencari arah jalan pulang
Kami sengaja menutup jalan mereka
Tapi kami tahu jalan keluarnya
Meski itu bukan yang seharusnya

Manunggaling kawula banyu
Mengalir di atas aspal menyebar bau
Menyelinap ke berbagai celah arah tak kenal ampun
Tak kenal bangunan mewah maupun kumuh
Menggenang selama berminggu-minggu
Bahkan nyawa mereka kadang kami renggut
Entah itu anak-anak, remaja, maupun yang sudah uzur

Tangis mereka pecah membahana
Menyatu dengan sampah dan air bah
Manusia terbangun kesadarannya
Bahu-membahu saling menyalahkan
Bahu-membahu saling menyadarkan
Menggiatkan program daur ulang
Menggiatkan program ramah lingkungan
Namun hanya sebatas suara
Tak ada aksi nyata yang berlangsung lama
Hilang dan terlupa dimakan masa

Buanglah sampah pada tempatnya
Atau kami jijikkan dunia kalian
Perlakukan kami dengan semestinya
Atau kami nerakakan dunia kalian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s